Posts Tagged ‘Eunhyuk’

(lebih…)

it’s a little different nc21

Posted: 5 Oktober 2010 in NC shoot
Tag:

(lebih…)

Love at Hospital NC21

Posted: 29 Juni 2010 in NC shoot
Tag:,

“Kau sama sekali tidak demam!” decakku sambil mengambil tanganku dari keningnya. “Aku maag Hyukkie!” ketusnya. Dokter yang ada tertawa melihat kami. “Tenang saja,nona Ahn Sera sudah membaik. Dua tiga hari lagi mungkin sudah bisa pulang,” kata dokter itu.  Dokter itu baru saja melepas infus Sera. Aku membungkuk sedikit pada dokter itu. Kemudian dokter itu pun pergi bersama dua perawat yang sudah berpipi merah.

“Hai,apa kabar?” kataku sambil membelai rambutnya. Dia masih cemberut. Aku mengambil tempat disampingnya,kemudian melepas tas selempangku. “Kenapa kau cemberut?” tanyaku lagi. “Karena kau!” ketusnya.

“Hah! Memang aku ada salah?”tanyaku tanpa dosa. Dia menggeram,”sepuluh hari aku disini tapi kau sama sekali belum ada menjengukku!”emosinya meledak juga akhirnya. Aku menggaruk tengkukku, “Jeongmal mianhae Jagi,tapi aku sibuk dengan kegiatan SuJu.” Dia mendengus kesal. “Kalau begitu,kau mau apa dariku? Sebagai permintaan maaf?”kataku lagi. Dia masih diam dan tidak memandangku. Aku meringis,”Jagiya~”

“Kalau begitu aku mau kau,” katanya kemudian berbalik dan mengerling nakal. “Andwae! Sera,kau masih sakit. Masa mau begituan?” kataku. Dia memasang wajah sok cuek. “Kalau begitu tak kumaafkan!” aku mendesis.”Dasar yadong!” kataku sambil memukul kepalanya pelan. Kemudian aku berjalan kea rah jendela,dan membuka gordennya. Dari sini aku bisa melihat pemandangan  Seoul di malam hari. Dan juga pantulan bayangan dirinya yang nampak sudah setengah duduk. Sedang menggigit jarinya sambil sesekali melirikku. Hahaha… dia ketagihan rupanya.

(lebih…)

Yu Min PoV

“Yu Min-ah, mana air  hangatnya?” teriaknya malas dari kamar mandi. “Di ember merah…” teriakku panjang sambil terus memotong bawang. “Ah,air ini sudah dingin. Buat lagi,” keluhnya. Sontak aku langsung menghentikan kegiatanku. “Mwo!?”

Saat aku berbalik dia sudah berdiri gontai di depanku. “Air hangatnya sudah dingin. Buat lagi sana,” katanya. Aku meringis,”Makanya kau jangan pulang telat! Kau bilang pulang jam 10. Taunya?”

“De… de… aku yang salah. Makanya buat lagi,” katanya sambil menggaruk kepalanya gusar. “Aku masak. Kau yang buat sendiri!” kataku ketus. “Yak! Aku capek… cepat buatkan!” balasnya. Aku menghela napas,”Kan tinggal tuangkan airnya ke panci. Nyalakan kompornya. Tuangkan ke ember tambah air dingin. Walla… jadilah air hangat,” kataku dengan ekspresi senang yang nampak dipaksa. “Nah.karena gampang itu kau saja yang buat.”

“Donghae-ah! Aku masih harus memasak. Kerjakan sendiri!” marahku sambil berkacak pinggang. “Nanti kalau api kompornya meledak ke  wajahku bagaimana? Bisa gawat seorang artis wajahnya rusak. Kalau orang sepertimu kan tak apa. mungkin saja kalau wajahmu terbakar bisa memperbaiki wajahmu yang berantakan itu,” jelasnya dengan muka innocent. “Mwo?! Aissshhh… Jinja! Yak! Dimana-mana juga mana ada artis yang keran air panasnya tidak diperbaiki 3 bulan. Sehingga harus masak air hangat lagi,” bentakku. “Kalau ada pembantu serba guna buat apa diperbaiki.”

(lebih…)

“Ri,ngapain?” tanya Hye San sambil menggantung mantelnya. Dia melihat Eri yang cekikikan menonton TV, kemudian dia mengalihkan pandangannya ke TV dan segera menutup mata. “Ri,nonton yadongnya kok disitu sih?” keluh Hye san.

“Biar kelihatan real gitu…” kata Eri masih cengengesan. “Omo! Gede banget! Hyukkie oppa dapet yang bagus nih…” decak Eri. Hye San geleng-geleng kepala. Dia membuka pintu apartement dan angin malam langsung menyerbu masuk. “Haje onnie kemana?” tanya Hye san sambil memandang keluar. “Di kamar olahraga  cinta sama Jonghyun oppa,” kata Eri cuek masih sibuk dengan tontonannya. Hye San menghela napas. “Younghyun onnie dan Yujin?”

“Olahraga di apartement pasangan masing-masing…” jawab Eri dan lagi-lagi Hye San menghela napas. Dia berbalik dan memberanikan dirinya menonton pemandangan di TV. Seketika dia berteriak dan segera menutup matanya. “Ri! Kok ‘itu’ cowoknya diemut-emut sih?!” kata Hye San jijik. “Lah? Onnie waktu olahraga sama Wookie oppa emang ga gituin punyanya wookie oppa?” Eri menatap Hye San bingung. Hye San masih menutup mata, akhirnya Eri mematikan TV. “Ya enggaklah… cuma cium-cium terus gitu deh!” kata Hye San dengan muka merah. Eri melongo tidak percaya. Dia memegang dadanya sendiri sambil menatap Hye San penuh tanya. “Ini ga dimainin sama Wookie oppa?”Muka Hye San tambah merah. “Udahlah Ri jangan dibahas lagi ah!”

“Aku serius!” kata Eri masih dengan tatapan lugunya. Hye San akhirnya mengangguk. “Ya ampun onnie, jahat banget sih onnie sama Wookie oppa,” kata Eri sambil menepuk keningnya. “Dialah yang jahat. Gituin aku! Aku kesakitan tau!” kata Hye San judes. “Kalau Wookie oppa engga mainin tuh dada onnie, oniie ga bakal teransanga dan rasanya bakal lebih sakit lagi onnie! Onnie pikir Wookie oppa ga kesakitan apa?”

(lebih…)