it’s a little different nc21

Posted: 5 Oktober 2010 in NC shoot
Tag:

sori y saya ud lm g ngepost. ini aj kjainy ngebut jd sori kl g bgs. ini gr” gru sialan TToTT  ak mempertimbangkan author freelance nih..:D gomawo y mw mampir kmari…

Aku menekan bel apartementnya. Tak berapa lama pintu terbuka dan nampaklah kekasihku Hyocan membukakan pintu. Dengan celana dalam bendera amerikanya, tanktop dan rambut digulung ke atas.

“Kyaaa! Hyukkie!” teriaknya dan langsung menutup pintu. Namun aku segera menahannya dan memaksa masuk. “Ehehehe…  baru bangun tidur ya?” nyengirku menatapi paha mulusnya. Dia cemberut dan berkacak pinggang di depanku, “dasar kau genit sekali!” katanya kemudian menyentil keningku. Aku masih tersenyum. “Celana dalam yang bagus,” kataku sambil mengelus pahanya. Dan lagi-lagi aku disentil olehnya. “Hyukkie oppa, kau ini dibiarkan sedikit saja  sudah meraja rela!”

“Bukan begitu. Aku kan sudah bilang mau ke apartementmu. Kau yang salah belum bersiap,” kataku membela diri. “Ya tapi kan oppa bilang mau datang jam 8 malam. Bukan jam 8 pagiii!!!!” katanya gemas. Aku masih terkekeh, kemudian memeluknya. “Ayolah, aku rindu. Jangan marah begitu,” kataku kemudian melihatnya dan mencium bibirnya lembut. Cukup lama kami berciuman. Saling menikmati kelembutan dan kelembapan bibir satu sama lain. Saat melepaskan bibir kami juntaian liur menggantung di bibir kami. Kulihat dia mengemut bibir berusaha membersihkan liur yang kami timbulkan tadi.

“Oppa juga sih, sibuk terus…” katanya pelan sambil meninju dadaku sama pelannya. Aku tersenyum. Kemudian berbisik di telinganya, “mianhae…” lalu menjilat telinganya. “Ah, oppa mulai nih…” Hyocan mendorongku kemudian mengusap-usap telinganya. Sementara aku terkekeh kecil dan menjilat bibirku.

“Ya sudah, aku mandi dulu ya oppa,” kata Hyocan. “Aku mandiin ya?” kataku menggoda. “Aigoo oppa ini! Baru seminggu juga.” Hyocan nampak menolak permintaanku dan memainkan lagi tinju-tinjunya. Kutangkap tangan mungilnya, kemudian kupeluk dirinya  dan menyenderkan daguku di bahunya. “Kau sudah pernah merasakan milikku ini tanpa penghalang? Hmmm?” tanyaku rendah. Seketika itu juga ia mematung. Aku dapat mendengar napasnya yang tak beraturan. Aku masih dalam posisi seperti ini, menderukan nafasku di telinganya.

“Belum…” jawabnya singkat.

“Mau merasakannya?” tanyaku lagi. Sekarang pipiku mengelus-elus leher jenjang Hyocan dan aku berpindah menyenderkan kepalaku di bahu Hyocan yang lain. “Tapi, nanti aku kan bisa…”

“Jangan khawatir… kalaupun iya aku sudah siap kapanpun. Karena aku cinta Hyocan,” jawabku memotong perkataannya. Dan dia diam kembali. Aku dapat mendengar suara helaan napas dan juga ludah yang berulang kali ditelannya. Kurasakan tubuhnya bergetar saat aku mencium bahunya. “Tapi oppa pelan-pelan ya,” katanya akhirnya. Aku mengangkat kepalaku dan memandangnya. “yang pasti kau akan menikmatinya jagiya…” kataku dan mulai menurunkan tali tanktopnya. “Ehmm..ahahaha…” kami tertawa pelan diiringi desahan setiap kali aku melepaskan inci demi inci benang di tubuh Hyocan.

“Fufufu~ oppa, ah~” Hyocan terkekeh pelan seiring tanktopnya yang telah turun hingga pingganggnya. Dia memelukku erat saat aku mulai meraba-raba pengait branya. aku mengeluskan daguku ke rambutnya. Kemudian dia melepas gulungan rambutnya dan kuendus helaian rambutnya.

“Hyocan belum mandi aja wangi. Kalau sudah dimandikan?” tanyaku menggombal sambil menurunkan celana dalamnya perlahan. Dengan hidungku yang terus menjalar mengendus tubuhnya. “Oppa.. ah~” Hyocan memandangku malu sambil memegang tanganku. Mencegahku menurunkan celana dalamnya. Aku mengerling padanya kemudian menurunkan lagi celananya, dia menurut. Dan untuk kesekian kalinya kulihat tubuh putih halus kekasihku ini. Sedikit diterpa bercak cahaya matahari yang menembus sela-sela tirai jendela.

Aku menggendong Hyocan di depan. Melingkarkan kakinya di pinggangku dan kamipun bertemu dalam ciuman panas. Seiring aku yang berjalan ke kamar mandi. Bath up Hyocan sudah terisi air. Dan dari aromanya aku yakin Hyocan juga sudah menambahkan aroma terapinya. “Sekarang mandi ya?” kataku pelan kemudian menurunkannya ke bath up. Dia memercik-mercikkan air. “Oppa juga buka baju. Nanti bajunya basah, karena aku anak yang liar saat mandi,” katanya sambil memainkan air di bath up. Aku berkacak pinggang, tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Aigooo…” desahku melihat anak ini sudah mulai bisa memainkan perasaan lelaki menjadi bergairah.

Akupun melepas pakaianku perlahan. Dia tersenyum melihat gerakanku yang melepas kain di tubuhku satu persatu. Pipinya makin memerah saat aku tinggal membuka celana dalamku. “Mau melihanya?” tanyaku menggoda. Masih berdiri di luar bath up. “tentu saja…” jawabnya sambil memainkan telunjuknya. Dia melemaskan telunjuknya, dan tiba-tiba menegakkannya. yang aneh milikku juga langsung menegang melihatnya. Dan otomatis dapat terlihat walau masih terbungkus celana dalam. Aku menelan ludah menahan malu. “Fufufufu~ ayolah oppa, dia sudah tak sabar. Dia yang meminta lebih dulu~” rayunya.

Dan sekarang dia menjilati telunjuknya, menggigit kecil ujungnya. “Hyocan… kau sekarang sudah benar-benar gila,” kataku sambil terkekeh dan akhirnya melepas celana dalamku. Wajahnya berseri melihat milikku. “aku gila karena kau oppa,” katanya. Kemudian aku masuk ke dalam bath up. Duduk berhadapan dengan Hyocan. Di bath up berbentuk cekungan mangkok ini. Kami masih memandang satu sama lain. hingga akhirnya aku yang menyerang mencium Hyocan diluan.

Juntaian liur itu kembali tercipta. Seiring kami yang melakukan ciuman panas diiringi kecapan-kecapan manis dan pertukaran liur. “Ehmmpp.. hmmpp…” desah Hyocan saat aku menciumnya makin dalam. Tanganku mencengkram kuat kedua pipinya. Memaksanya menciumku sama ganasnya. Memiringkan lagi kepalaku dan menghisap bibirnya lama. Tangannya liar di kepalaku membuat rambutku berantakan. Hentakan-hentakan dari kaki kadang teriring dengan semakin dalamnya kami berciuman.

Aku mulai menyusupkan lidahku ke rongga mulutnya. Dan lidah kami pun saling bertaut dan menari bersama.

Aku mulai menjalarkan lidahku ke inci-inci wajahnya. Matanya terpejam dan bibirnya merapat seiring lidah basahku yang terus berjalan. Kadang berhenti meninggalkan kecupan-kecupan. “Hyocan~” bisikku di telinganya kemudian menjilatinya. “Ahh~~ oppa~”

Secara  tiba-tiba aku langsung meremas payudara Hyocan. “Ahh.. ahh.. oppa~” desah Hyocan sambil memejamkan mata. Ujung bibirnya naik, tersenyum sembari menikmati permainanku. Sambil tanganku terus merasakan kekenyalan payudaranya, aku menghisap lehernya meninggalkan kissmark. Kemudian kujilati lagi hingga tubuhnya mulai bergelinjang karena perlakuanku. “Ahh.. permainan oppa semakin hebat.. ehmm..”

“Tentu saja,” jawabku rendah. Aku menjilati sekitar nipple kanannya. Sementara  tangan kiriku masih gemas meremas payudara kirinya. Aku mulai menghisap nipplenya, membuat desahannya semakin menjadi-jadi. Dapat kulirik kadang dia mengernyit jika aku menggigit nipplenya. Kemudian dia mendesah saat aku mengulum nipplenya. Menggesekkannya dengan gigiku, kemudian kujilati lagi. Aku beralih ke payudara kirinya. Dia mendekap kepalaku, memaksakan wajahku terbenan ke payudaranya. Sambil tangannya mengelus-elus kepalaku.

Jilatanku turun ke perutnya, menjilati sekitar pusarnya dan menghisapnya, kemudian turun ke ms.Vnya. Aku mengangkat kakinya ke pangkal pahaku dan melebarkannya. memang permainanku belum mencapai puncak, namun cukup untuk membuatnya teransang hebat. Aku langsung menghisap ms.Vnya kuat. “Ahhh…opppaa… nggghhh..” erangnya. Kakinya makin menyentak dan tubuhnya menggeliat. Tak kupedulikan walau berulang kali pahanya menjepit kepalaku, aku tetap menghisap ms.Vnya kuat. Menjilatinya dan memasukkan lidahku ke dalamnya. Bahkan tubuhnya terpeleset hingga wajahnya terendam ke air, aku tetap melancarkan aksiku. Hingga suatu hentakan hebat dari kakinya cukup untuk mendorongku.

“Yak! Aku tidak bisa bernafas!” marahnya sambil menyeka rambutnya  yang basah, menutupi wajahnya. “Mianhae~” jawabku sok manja. Dia mendengus, diam sebentar dan tiba-tiba dia meloncat ke arahku. Hingga punggungku terbentur dinding bathup. Dia duduk di pangkuanku, menjambakku kuat sambil bibirnya memberikan ciuman-ciuman dalam. Bunyi tertahan napas kembali terdengar. Dia mengemut bibir bawahku, cukup lama lalu memiringkan lagi kepalanya mengambil napas dan menciumku lagi.

“Ehm… Hyo, ahhh~~” dimainkannya kedua nippleku, lidahnya menjilati hidungku kemudian turun menggigit daguku, hingga liurnya membekas. “Arrgghh!! Hyo…” tangnnya makin memainkan nippleku hebat. Bahkan memainkan kuku-kuku tajamnya. Kulitku juga dapat merasakn ujung nipplenya yang tersegesek-gesek. Dia menjilati nippleku sekarang… “Ehhmm… aahhh~” desahku tak karuan. Kadang mengerang saat Hyocan menggigitnya. “Duduklah oppa,” kata Hyocan. Aku masih terlena dengan permainannya, masih mengatur nafasku.

Beberapa menit, akhirnya aku duduk di tepi bathup, bersandar pada dinding kamar mandi. Aku melihatnya, duduk bersila, kemudian menekan-nekan milikku dengan telunjuknya.

“Yak! Apa yang kau lakukan? Geli tau…” omelku. Dia tertawa sambil mengangkat bahu, “milikmu hebat ya!”. Wajahku memerah mendengarnya, dan dia kembali terkekeh. “Baru begitu saja sudah kegeeran!”

“T..tentu saja! Bagaimanapun ini ukuran kejantanan seorang lelaki,” kataku sambil menunjuk-nunjuk juniorku. Wajahnya seperti berkata ‘oh ya?’ namun aku hanya sebentar melihat wajahnya, sebelum akhirnya mataku tertutup merasakan kenikmatan dari setiap pijatan tangannya yang langsung menyambar juniorku. Memijatnya pelan, semakin kuat dan kadang-kadang mengocoknya kasar. “Ehhhmm.. ahhrrg… ahh.. ahh…” kepalaku bergeliat, sulit sekali rasanya menarik nafas saat kenikmatan itu bertubi-tubi datang.

“Ooohhh….” Aku mendesah panjang saat akhirnya dia memasukkan milikku ke mulutnya. Mengemutnya pelan, mengulumnya dan menggesekkan giginya dengan juniorku. “Hhhh.. Hyo~ ahhh…” aku terus meringis. Sesekali mengerang dan menjambak rambut Hyocan saat dia menggigit juniorku. “Hmmm.. oppa~” gumamnya dan sekarang dijilatinya twinballku. “Hyo… jebal ahhh… aku mau lebih, ehmm… ahhh!!”

Suatu hentakan keras terjadi seiring spermaku juga yang menyembur keluar. “Hosh.. hosh…” nafasku tak beraturan, kulirik gontai Hyocan yang nampak membersihkan mulutnya dengan air. “Biar aku saja,” kataku dan turun lagi ke bath up. Kupeluk Hyocan sambil terus bibirku lincah mencium bibirnya. Lidahku menjelajahi seluruh isi mulutnya hingga ke sela-sela giginya. Dan lagi kami berciuman cukup lama. “Ehhmm.. hmm… hmm..”

Kukecupi lagi leher jenjangnya dan kembali kukulum payudaranya. Kali ini yang kiri. “Ahhh…” desahnya pelan saat aku mulai menjilatnya. Desahannya makin menjadi-jadi, namun tiba-tiba berubah erangan saat aku diam-diam memasukkan dua jariku sekaligus. “Ahh.. oppa.. tolong.. aku.. ahh…”

Hyocan sama sekali tak bisa berbicara jelas, mulutku yang terus nikmat menghisap payudaranya dan jariku terus bergerak maju  mundur. Mengaduk-aduk dalamnya. Dan sekarang jari ketiga. “Rasanya agak terhambat di dalam air,” kataku bergumam sambil menggigiti payudaranya. “Ahhh, itu.. yang.. ehemmm.. mau kukatakan… ahh.. kurang… ni..nikmat!” katanya terbata-bata. Kakinya terus menyentak dan satu hentakan lagi, kulihat cairan putih itu berbaur dengan air bath up.

“Baiklah…” kataku. Aku kembali duduk di tepi bathup, menyandar pada dinding. Sepertinya air membuat rasa nikmatnya berkurang.  Kududukkan Hyocan di pahaku, payudaranya yang tepat berada di depan wajahku kunikmati. Kujilati dan menciuminya. “ahhh…oppa… je..jebal! ehhmm…” rengeknya saat aku masih menggesek-gesekkan juniorku ke vaginanya. “Sabarlah…” gumamku sambil menjilat belahan dadanya. “Ahhh.. oppa..ehmm..arggh!”

Desahan Hyocan berhenti saat aku menyodokkan juniorku tiba-tiba. Dia mengernyit, “Opp..oppa… aargghhh! Engghhh…” tangannya menjambak rambutku seiring aku yang terus menyodokkan junirku tiba-tiba. Tanganku sat uterus meremas payudaranya sementara yang lainnya meremas bokongnya sambil mendorongnya supaya milikku masuk seutuhnya.

“Oppa pelan-pelaann… aahhhh.. ehhmm….” Kali ini dia mendesah nikmat karena sisa sedikit lagi juniorku kumasukkan pelan-pelan. Terdengar nafas Hyocan yang tak beraturan. Tanpa menunggu persetujuan dari Hyocan, aku langsung merengkuh pinggangnya dan bergerak maju mundur. “Ehhmm..oo..oppa… aahhh..nngghh…aahh…” desahnya. Suaranya bergetar seiring gerakan kami. Tangannya terus menjambakku dan aku masih terus menggerakkan tubuhnya. Hyocan sudah kelelahan, dia mencapai titik puasnya. Namun aku belum, aku masuk ke bathup masih dengan persetubuhan kami. Kubiarkan dia bersandar di dinding bathup sambil aku terus bergerak. “Hyocan, sebentar lagii… ngghh…” kataku. “Oppa.. ahh.. ehmmm…”

Dan spermaku berbaur dengan air bathup. Aku terjatuh ke bahu Hyocan. Hyocan juga sudah tak berdaya dan bersandar lemas ke dinding bathup. “Sudahlah, kau mandi di shower saja. Airnya kotor,” kataku. “Hyah! Padahal wangi terapinya mahal. Tapi sudahlah,” kata Hyocan. Aku tersenyum kemudian menggendongnya. Melingkarkan lagi kakinya ke pinggangku dan diam-diam kumasukkan lagi milikku perlahan. “Ahhh.. oppa.. ngghh… hmmm.. ah..” desahnya sambil aku juga berjalan ke shower. “Biar selama mandi begini saja, rasanya nyaman, hangat,” kataku yang juga mendesah kenikmatatan. Kubuka keran shower dan tetesan air menyerbu tubuh kami. Kusabuni kedua payudara Hyocan, punggungnya dan selangkangannya. Masih dengan juniorku di liangnya.

“lebih enak tanpa penghalang kan?” tanyaku nakal sambil mengerling. “Iya, aku… ingin lagi,” katanya malu-malu. “kau hebat…” lanjutnya. Aku terkekeh kecil. “nanti malam aku kemari. Kau bersiap ya. Yang wangi, cantik, sexy….” Kataku kemudian mencium bibirnya.

“Baiklah, janji ya?” katanya setelah bibir kami terlepas. Aku mengangguk dan lanjut memandikan Hyocan.

Iklan
Komentar
  1. Kim Hyocan berkata:

    ERIIIIIIIIIIIIII~ >,<
    fanficnya.. fanficnya.. HOT!
    AKU SUKAAAAAAAA~ X3
    tapi, kenapa kayaknya aku 'nakal' banget yah disitu ? MWAHAHAHA /plak
    Makasih yah Eri 😀

  2. dwinkacan berkata:

    Ngakak bacanya.bayangin celana dalemnya XDD
    aaaaaaa
    bagian yg malemnya kaga ada ya? /plakplakplak

  3. oto berkata:

    like this
    XDDDD

  4. sinseonghan berkata:

    waa~
    unyuuuk ! *g rela*

    bgus kug .
    hot ><d

  5. Ayukii berkata:

    Ini masih tbc kah?

  6. Tomomikazuko13 berkata:

    Annyeong chingu XD
    slm kenal yaaaaaa

  7. MichaMinRan93 berkata:

    annyeong .
    aku reader baru nih ..
    hehe..

    wuaa..
    NCnya keren .
    buat dong yg part 2 haha XDD

  8. Echa berkata:

    Wah eunhyuk haha
    sering sering update dong ff mu bagus kok!

  9. ciiciiminie berkata:

    Hyukjae manntaappp .
    ampe ceweknya ketagihan gituu .
    ckckckckck
    🙂

  10. chikWon.97 berkata:

    kereennddd.. 🙂

    Lnjutt lgi dong bgian mlam.a .. Hhhee 😀

  11. DhankHyunrin berkata:

    hua . .
    HOT bgt tu s’unyuk . .
    mantep dah mn mau nmbh ronde lagi . .
    aishhh . ..
    mantep2 . .

  12. blackQueen_ berkata:

    KEREEEEN !
    HOT ABIIIIS

  13. leehyunmin13 berkata:

    asik nih… Hehehe~ fiuh~
    Hyuk dtg2 lgsg sikat aja tuh.. Ckckck~
    Tp aku suka hyuk yg kyk gitu.. ^///^
    Kyaaaa~~ apaan sih?! Kekeke~
    Oneshoot ya?? Kalo di terusin bagus nih.. 😀

  14. Coward berkata:

    Daebak
    keren!
    Lanjutkan,chingu!
    Lain kli bkin ff nc nya siwon ato hangeng dong

  15. oNewMinhae berkata:

    liaa,,, yuli onnie datang!! *lambe”in tangan ala miss univ*
    Akhir’a bs komen jg d ni ff,,
    Niat mau pk uname WP tp lupa password’a.lol

    Oke..saat’a komen
    Emmm,, klo buat hyuk ga ush d tanya dh, pst sll hot. Ya kan bang? *lirik” hyuk*
    Tp hyuk baru nyampe udh lgsg bgtuan aja, mana main’a d kamar mandi pula *bang,, ikut!!!* kekekeke
    Hyochan’a jg sama aja kaya hyuk, sama” nepsong’an /plak
    Cuma 1 ronde ya??
    Pdhl b’harap ada ronde” brikut’a.hahaaa *nc kumat*

  16. ivoo berkata:

    iyaa d terusin dongdong , hehe 🙂
    seruu nih 😀 .
    bagus jalan ceritany , langsung masuk k adegan NCny , ga lamalama , haha *ketahuan bgt dah gue yadong , haha*

  17. farahelfish berkata:

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa keren chingu!! xD
    aku new reader nih~ *sepertinya* xD keren bgt~~
    aku mau dooong request, bikinin aku NC boleh boleh boleeeh? aku (park yoo ra) sm donghae~ xD

  18. ninasomnia berkata:

    wawawawa
    EUNHYUK hebat amat,
    merinding disko bacanya o.O
    awawawawa
    NC nya idup deh #apaancoba
    seribu jempol buat author xD

  19. shinyrparksj berkata:

    huaaa.. ampe merinding bacanya..(?)
    seru banget..
    bikin lagi dong… hahahaha. aku nunggu lho.. ^^

  20. lady elf berkata:

    Annyong,,aq reader baru..

    Aw..aw..kunyuk km emng d’best deh,,our yadong oppa XD

  21. beby berkata:

    omona,HOT bgt….

    kerennnn~~~

  22. park ha yeon berkata:

    nice nc XD

  23. thata 하늘 yesung berkata:

    aanyeong reader baru. saya benar-benar merinding bacanya.
    hahahhahaa,,,kunyuk oppaku yg suci (halahh)
    hahahhaa,aduuhh

  24. bearound berkata:

    yah, walopun sedikit garela eunhyuk begitu, TAPI SAYA SUKA !!! SIP SIP !!! FOUR THUMBS UP BUAT AUTHORNYA !!! *maap nimbrung nimbrung

  25. grace putri kim berkata:

    erieeeee XD
    akhirnya dirimu buat lagi !
    sorry ya baru bisa comment di blog,huahuaaaa.
    minta pasokan NC dong rie (?)
    yadongku kumaaat :p
    btw,inget aku ga ? aku yang @graceputri_kim di twitter 😀

  26. NikeytaTita berkata:

    anyyeong 🙂
    aku reader baru 🙂

    gilaa FF-nya HOT banget !!
    keren deh 🙂

  27. Tysarangkyu berkata:

    Dashyat. Maen di dua alam(?)
    btw makasih author ga protect nc nya.
    *cium author*
    #kabur.
    Btw nice 🙂

  28. narniansone berkata:

    uah hot bgt sumfeh XD
    jadiin bookmark ah :*
    hyukkie napsuan ye orangnya-___-
    5 thumbs up buat author :*

  29. kimhaerim berkata:

    HOT HOT POP dah thor!
    really lov you thor~ *waduh ngeri amat
    ditunggu ff2 lainya yaaa. 😀

  30. cho's2203 berkata:

    wedannnn mament!~ 😮

  31. Shyco berkata:

    waw waw waw keren bgd….
    hot nih..jd merinding

  32. kyu321 berkata:

    ini masih tbc apa yang lanjutannya udah keluar?

  33. Che berkata:

    Good job. . .
    Hot bgt neh ff nya,
    Pnuh dgn sensasi

  34. sasaCHOKYU berkata:

    wuiih , T.O.P banget !
    Jdi pngen nyoba #plakk

  35. DeyGO berkata:

    DAEBAK!!!! Wkwkwkwkwk jadi pengen(?)
    Pengen jadi castnya maksutnyaaa :p

  36. beenimnida berkata:

    nanti minta dimandiin gitu ah, sama yesung…

  37. ekaputri berkata:

    wewww daebak laah ini ceritanya…
    akuuu sukaaa…

  38. b4by zirienz berkata:

    Anyeong..Reader baru..
    Hot bgt ffny..
    D buat sequel doank..
    Waktu malam hariny..

    Aq mau ksh saran ne..
    D awal ff lbh bgz d tlz castny, rating, genre..
    Biar lbh bisa membayangkan cast yg ada d dlm cerita ff ne..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s