i still love u NC21

Posted: 5 Agustus 2010 in NC shoot
Tag:,

Kel onnie mianhae yah jlex TT___TT *nangis darah*

Sangmi PoV

Aku tahu hubunganku dengan Park Jung Soo a.k.a. Leeteuk sudah berlangsung cukup lama sebagai suami istri. Bahkan kami juga sudah mempunyai dua anak. Tapi bukan berarti kan kemesraanku dengan Jung Soo harus merenggang?

Umur? Tidak! Umur kami tidak terlalu tua kok. Lagipula kulihat ayah ibuku yang sudah tua renta saja masih peluk-pelukan mesra-mesraan. Nah aku? Sekarang ini hanya membersihkan rumah. Dia sama sekali tidak memperhatikanku lagi! Ahhhh!!!!! Park Jung Soo! Aku rindu seperti dulu. Saat kita berduaan, berpelukan. Merasakan ciuman hangatmu dan tentu saja kejantananmu di ranjang. Aku rinduuuu…. aku tahu dia sibuk dengan Super Junior tapi sungguh aku ingin sekali bermesraan lagi dengannya.

“Sangmina?” aku berbalik dan kudapati lelaki yang kucintai ini sudah rapi dengan setelan kemeja lengan panjangnya yang dadanya sedikit terbuka. “De?” jawabku asal  karena kelelahan sambil terus mengepel. “Jaga rumah ya dan jangan lupa jemput Iejung dan Changmi,” katanya padaku. Aku mengangguk lesu,”ne…ne… aku sudah tahu,” jawabku kemudian menghela napas panjang. “Aku pergi.” Begitu mengucapkannya dia pergi begitu saja. Ahhh… bahkan dia tidak memberikan ciuman lagi padaku. Heh!? Aku jadi merasa bukan jadi istrinya lagi tapi pembantunya -,-

Ahhhh!!! Lantainya kotor lagi. Pasti tadi dia memakai sepatu. Aku membanting pengepel penuh emosi,”Sebal!”

___

“Umma, umma,” Iejung menarik-narik tanganku yang memang sedari tadi menggandengnya. “Hmmm?” tanyaku sambil mendekatkan wajahku. “Itu appa bukan?” katanya sambil menunjuk ke suatu arah dengan telunjuknya. Aku masih memerhatikan wajah lugunya kemudian aku mengikuti arah gerak jarinya. Dan seketika itu juga aku ingin sekali pergi kearah yang ditunjuk Iejung dan membunuh wanita yang sedang duduk berdekatan dengan MY JUNG SOO!!!!

“Umma, itu Appa kan? Ayo kesana,” kata Iejung lagi. Perkataan Iejung meredakan emosiku,”nanti saja ya sayang. Kita jemput Changmi dulu,” kataku sambil berusaha tersenyum. Iejung mengangguk-angguk mengerti kemudian kami berjalan bersama lagi ke sekolah Changmi. Sempat kutolehkan lagi kepalaku melihat Jung Soo yang masih saja duduk berdekatan dengan wanita sialan itu!

Di sekolah Changmi aku mesti menunggu sekitar 10  menit lagi. Aku terlalu cepat datang. Aku hanya duduk di taman bersama Iejung yang mesti kusumpal mulutnya dengan ice cream. Kalau tidak dia bisa menambah beban pikiranku dengan rengekannya.

“Ya ampun, suamiku itu buat aku kelelahan saja.” Aku melirik kea rah sekumpulan ibu-ibu yang sedang bergosip ria. “Memang suamimu masih jago?” tanya ibu yang lain. Aku menelan ludah mendengarnya. “Sudah  kubilang. Aku sampai kelelahan dibuatnya. Laki-laki zaman sekarang ya begitu. Mau egoisnya sendiri,” kata ibu tadi kemudian melipat tangannya. “Ga ingat umur apa?” timpalnya lagi dan tawa langsung memecah di kerumunan ibu-ibu itu. “Suami aku lagi. Tiap hari mesti aku kasih ciuman kalau tidak, dia bisa merengek persis seperti anakku.” Dan sekumpulan ibu-ibu itu bergumam ria mengiyakan.

Aku mengalihkan pandanganku perlahan, menatap sepatuku kemudian menghela napas. Kututup mataku kemudian melirik Iejung lagi. “Makannya pelan-pelan,’ kataku kemudian mengelap ice cream yang belepotan di mulutnya. Dia memandangku, kemudian matanya menyipit karena tersenyum. “Gomawo umma~” katanya riang kemudian melahap ice creamnya lagi. Akupun ikut tersenyum melihatnya.

___

“Appa~” Iejung dan Changmi langsung melepaskan gandengan tanganku dan berlari menyerbu Jung Soo yang nampak mau masuk ke rumah. Jung Soo tersenyum melihat mereka kemudian menggendong mereka dengan kedua tangannya. Tiba-tiba Jung soo menatapku tajam, dia menggelengkan kepalanya sekali kearah pintu seolah menyuruhku membuka pintu. Aku menyeka poniku kemudian membuka pintu. Jung soo masih dengan tawa khasnya langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa. Dan aku kembali dengan pekerjaanku sebagai ibu rumah tangga. Aku menatap mereka yang masih asik bercengkrama. Kadang aku iri dengan anakku sendiri yang terus saja dapat perhatian dari Jung Soo.

“Bagaimana sekolah kalian?” tanya Jung Soo pada Changmi dan Iejung yang duduk di pangkuannya. “Baik! sekolahku menyenangkan!” kata Changmi semangat. Aku ikut tersenyum mendengarnya. “Iejung juga sama!” kata  Iejung sambil mengancungkan tangannya. Jung Soo tertawa lagi,”aigo… anak appa memang hebat!” Jung Soo mengacak-acak rambut Iejung dan Changmi. “Appa, tante itu siapa?” tanya Iejung tiba-tiba. Aku terdiam mendengarnya dan kuyakini Jung Soo juga demikian. “Ehm, maksud Iejung tante yang mana?”

“yang di taman. Tadi aku dan umma melihatnya,” kata Iejung lugu. Jung Soo langsung menatapku,aku hanya diam. “Dia hanya manager appa,” kata Jung Soo masih menatapku.

___

“Siapa wanita itu?” tanyaku pelan sambil menyisir rambutku. Aku menatap pantulan bayangan Jung Soo yang baru saja hendak tidur dari cermin meja rias. “Sudah kubilang dia managerku,” katanya kemudian mengenyakkan posisi tidurnya. Aku meletakkan sisirku,”tapi kenapa kau dekat sekali dengannya?”

“Terserahmu saja…” katanya. Aku menghela napas lagi. “dan jangan mengajarkan yang tidak-tidak pada anak-anak,” tambahnya. “Aku tidak mengatakan apapun. Anak-anak juga tau kalau appanya selingkuh,” kataku. Jung Soo bangkit dan bersandar pada dinding tempat tidur. “Sangmina!” katanya tegas. Aku hanya menunduk. “Dia managerku, kau mengertilah aku sedikit!” kata Jung Soo tinggi. Dia mengatur nafasnya kemudian tidur lagi. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku,”kau juga mengertilah aku sedikit,” gumamku berusaha menahan air mata.

___

Leeteuk PoV

Rasanya bersalah sekali semalam aku memarahinya. Sangmina, dia memang managerku. Hah~ kurasa aku memang terlalu keras dengannya.  Tapi aku lelah sekali mengurusi pekerjaanku sekarang. Pikiranku berkecamuk. Dan karenanya lah aku jadi dingin di rumah, tidak seperti dulu lagi. Mianhae Jagi… mungkin secara tak sadar aku sudah menyakiti hatinya. Baiklah, aku harus minta maaf.

Aku melepas sepatuku. Pasti dia sudah lelah membersihkan rumah. Aku akan menghampirinya dengan Jung Soo seperti dulu. Walau aku masih lelah karena performance tadi. Aku jalan perlahan berusaha mencari dirinya. Tidak ada… aku naik ke lantai dua dan meliriknya ke kamar. Ah… dia disitu. Glek! Aku menelan ludah melihat dia yang begitu seksi. Dengan kaos ketat dan kulitnya yang penuh keringat itu. sepertinya dia kelelahan dan tertidur. Rambutnya yang berserak di bantal dengan matanya yang tertutup. Perlahan aku mendekatinya dan duduk di tempat tidur. Kupandangi wajahnya, tak bisa kubantah aku sangat mencintainya. Kukecup lembut  bibirnya kemudian kupandangi lagi wajahnya. Astaga,matanya bergerak. Aku kelabakan,”Jung Soo?” katanya masih bingung. Dia memandangku bingung kemudian menyentuh bibirnya,”Kau, menciumku?”

“A..ani… hanya kecupan!” jawabku kelabakan. Kami masih saling bertatapan, tiba-tiba dia tersenyum nakal. “Kau menginginkannya ya? Jagi?” katanya sambil mengerling. Milikku mulai bergerak melihat ekspresinya. Aku masih saja memandangi wajahnya yang mulai menggodaku. Memandangi tubuhku,dari wajah hingga ke milikku. Mulai menggigit bibirnya dan menjilatnya, “Jung Soo? Hmmm?”

“Aku…” sekarang dia menjilat telunjuknya sendiri. Nafasku mulai tak beraturan dibuatnya. Dimasukkannya telunjuknya dan dihisapnya hingga aku dapat mendengar suaranya. “Ehm…hmmm…”  desahnya sambil menjilati telunjuknya. “Jung soo?” katanya menggodaku sambil membelaikan telunjuk penuh liurnya ke pipiku. “Cukup Sangmi!” aku langsung mencengkram pergelangan tangannya dan berusaha mencium bibirnya. Tapi yang kurasakan adalah permukaan lehernya. Dia menjambak rambutku dan memaksaku memandangnya. “Kita buat peraturan dulu disini,” katanya.

“Maksudmu?” tanyaku memandang mata gelapnya. “Aku yang pegang permainan disini. Oke?” katanya sambil mengelus hidungku hingga ke bibirku. Tangannya masih saja menjambak rambutku. “Sangmina~”

“kau mau atau tidak? Hmmm?” dia menjilat hidungku sekarang. Kupejamkan mata menikmati sensasi yang sudah lama tak kurasakan. “Baiklah!” kataku ketus tak tahan lagi dengan godaannya. Dia menyeringai kemudian langsung menggulingkanku ke sampingnya. Dia langsung saja duduk di perutku dan membuka kancing bajuku satu persatu. Aku hanya mengkulaikan kedua tanganku lemas ke samping kepalaku. Sambil memandangi wajahnya yang nampak bergairah membuka kancing bajuku. “Sangmi…” aku mendesah sambil berusaha menggapai kerah bajunya. “Jungsoo!” dia segera menampar tanganku. Kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku “Kau sudah janji kan?” katanya mesra,kemudian menjilati leherku. Aku mengangkat kepalaku, memejamkan mata menikmati sentuhan basah lidahnya. Nafsu itu terus bergejolak di diriku. Ingin sekali tanganku menyentuhnya. Terdengar nafasku yang tak beraturan menggema di kamar ini.

“Ahhh….” tubuhku bergelinjang begitu merasakan lidahnya di dadaku. Kupandangi kepalanya yang bergerak terus seiring dengan lidah dan bibirnya yang menyapu tubuhku. Aku terbuai dibuatnya. Dipelorotinya celanaku. “Sangmi… ahhh… bajumu.. lepaskan..”

“Aku yang mengatur,” katanya sambil membuka CDku. Dan sekarang dia dapat melihat tubuh mulusku. Dan aku hanya dapat menahan nafsuku karena dia sama sekali belum melepas kain-kain di tubuhnya. Dia menciumku penuh nafus, bibirnya liar terus menerus menciumku. Kuladeni bibirnya dan tentu saja lidah lembutnya memasuki mulutku. “Ehmmm.. ahhh… hmm,” desahku dan dirinya bebarengan. Tanganku memegang kepalanya memaksanya menciumku lebih dalam. Seiring itu dia menghisap bibirku dan menjilatinya.

“Sabarlah Jung Soo,” katanya rendah kemudian mencium mata kananku. Aku memejamkan mata menikmatinya,begitu juga saat lidahnya menyapu kelopak mataku. Liur basahanya menjilati mata kananku lalu tanpa terputus ke mata kiriku. Dia mengambil posisi merangkak di antara tubuhku. Sambil dirinya masih dengan asik menikmati kulit wajahku.

“Ahhh… Jung Sooo… ahhh…” dia mendesah tak karuan saat aku berhasil menangkap kedua payudaranya. Dia mendesah nikmat saat aku meremas payudaranya penuh semangat. Kekenyalan dadanya yang kurasakan membuatku ingin segera melepas pakaiannya. “Jungsoo… ehmm.. nakal… ahh…” desahnya bergetar. Dia berusaha menahan sensasi yang kuberikan dan malah balik meremas milikku. “Ouh… Sangmi… ahhh…”

Kuat aku meremas dadanya, maka begitu kuatnya dia meremas juniorku. “Ahhh… Sangmi…ehhmmm…” akhirnya aku melepas payudaranya. Aku dan dia sama-sama mengatur napas. “Kau nakal,” katanya. Aku berusaha memaksa dirinya menciumku. Dan kami kembali bertemu di ciuman panas. Bibir lembutnya kembali menyusup ke mulutku dan menghisap bibirku kuat. Lama sekali ciuman yang ini tidak terlepas. Hingga aku melepasnya untuk megambil napas,namun segera kumiringkan lagi kepalaku menikmati bibirnya. Kecapan-kecapan bibir kami terdengar seiring kami mengambil nafas sesaat. Lalu mempertemukan bibir kami lagi.

“Untuk Jung Soo yang sedikit tak sabaran,” katanya pelan sesaat kami melepas ciuman kami. Dia akhirnya membuka pakaiannya. Mataku tak bisa luput dari dirinya yang membuka pakaiannya seduktif. Mulai dari kaosnya,celananya, hingga ke bra dan CDnya. Aku segera beranjak dari posisiku dan memeluknya,kemudian menciumi bibirnya lagi penuh nafsu. Aku menekan dadanya dengan terus mempereratkan pelukan kami. “Ehm,ah… “

Ntah darimana tenaganya datang,dia bisa mendorongku hingga aku terhempas kembali ke tempat tidur. “Kalau kau ingin, kau mesti bersabar. Kalau tidak sabar dapat kuhentikan sekarang,” katanya kemudian beranjak seolah ingin menghentikan permainan ini. “Sangmina!” aku menarik pergelangan tangannya. Wajahnya datar. Mengapa aku jadi meminta-minta begini padanya? tapi…

“Manjakan aku Sangmi,” kataku. Dia tersenyum kemudian memegang kedua pipiku dan menciumku lama dan lembut. Kemudian menjilati bibirku dan jilatannya turun ke daguku. Dia mengecup daguku lalu menjilati leherku. Sambil sesekali menghisapi leherku. “Ehmm…ahhh….”Aku menelan ludah dan menikmati sensasinya. “Arghh…” erangku saat dia menggigit leherku. Kemudian aku mendesah nikmat lagi saat dia menjilati bekas gigitannya tadi. Kemudian menghisapnya juga. “Ahhh…” desahku sambil mengelus punggungnya.

Wajah dan leherku sudah dipenuhi liur dan kissmark olehnya. Sesaat dia menghentikan kegiatannya,”Sangmi,hhhh… lanjutkan…” kataku tak jelas. Tubuhku lemas dan aku memilih menidurkan tubuhku. Dia  tersenyum lagi padaku, wajahnya seolah mengatakan bahwa dia berhasil menaklukkanku. “Hhhh.. sangmi.. ku..mohon,” kataku terbata seiring napasku yang tak beraturan. “Jung Soo yang sabar ya.” Dia berkata seolah aku ini anak kecil. Dan sekarang lidahnya menikmati nippleku. Refleks saja aku memejamkan mata dan tubuhku menggeliat nikmat. Tangan kanannya memainkan nippleku yang lain. Mencubitnya kuat dan memilinnya, hingga membuatku terpekik, lalu mengelusnya lagi. Begitu juga dengan nippleku yang lain. Kadang digigitnya, kemudian dijilat dan dikulumnya lagi. Atau malah menghisapnya kuat. Gairahku sulit sekali rasanya ditahan. “Sangmi…na… ahhh… ke..kenapa, kau ber..main.. disitu.. tt..tee..rus? ahhh..” kataku tak jelas. Seiring dengan kenikmatan yang membuatku tak berdaya dibuatnya. Aku sudah tak sabar. Sungguh betul-betul tidak sabar. “Arrghhh!!!!” aku berteriak keras. Sangmi menggigit nippleku sangat keras sambil meremas juniorku dengan kukunya. “Haaahhh.. ehmm..aaahhh…” dia kembali memanjakanku dengan lidah berliurnya. Kemudian jilatannya naik lagi, menjilati leherku, menggigit pelan daguku kemudian mengecup bibirku. “Menyenangkan? Jung soo? Ehmmmm…” godanya padaku. Samar aku melihatnya, rambutnya yang sudah acak-acakan dan liurnya yang belepotan di mulutnya. “A..aku.. ahhh..”

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, lidahnya sudah menjilati telingaku lagi. “Ahhh.. Sangmi.. hen..ahh” aku berusaha menjambak rambutnya. Namun tanganku terkulai lemas lagi, lidahnya menyusup ke lubang telingaku, kemudian menggigit daun telingaku… aku terus saja mendesah hebat dibuatnya. Dia sama sekali tidak membiarkanku tenang dan bernapas sesaat saja. Dan kurasakan bibir lembutnya mendarat di bibirku lagi. Bahkan akupun sampai tidak sanggup membuka kelopak mataku, atau membalas ciumannya. “Sang..mi.. ehmm..ahhh.. tt..tolong, ehm..” aku berusaha berbicara walau bibirnya dengan lincah terus memberikanku kecupan-kecupan di bibir.

“AHHHHHRRGGGGHH!!!!”  teriakku kencang hingga kurasakan urat leherku menegang, begitu dia mencakar juniorku dengan kuku tajamnya. “Akhirnya kau sadar,” katanya ceria. “Kau sudah ambruk padahal baru segitu. Cara yang ampuh kan untuk membangunkanmu?” nada bicara Sangmi nampak puas sekali. Sementara aku masih meringis menahan sakit. “Jung soo~~” dia mengambil tanganku, kemudian menjilati telapaknya, menghisapnya, dan lidahnya menjilati jariku satu persatu. Dan dia mengarahkan tanganku ke payudaranya. Deg! Kali ini mataku benar-benar terbuka dibuatnya. Rasa sakitku tadi hilang semua. dia mengangguk pelan, dan tanganku mulai mengelus payudaranya. Tanganku semakin liar memainkan nipplenya, mulai meremas payudaranya kuat hingga semakin keras. Dan tanganku yang lain refleks bergerak ingin merasakan payudaranya yang lain.

“Ahhh…”  dia mendesah panjang.  sesekali alisnya bertaut, atau keningnya mengernyit, yang  pasti dia sudah terbuai hingga dia ambruk  dan menimpa tubuhku. Sambil bibirku sekarang yang aktif menciumi bibirnya. Wajahnya terkulai lemas tepat di depan wajahku. aku menghisap bibirnya. “Ahhhh… ehm..ahh…” kegiatanku terhenti karena dia berhasil kembali meraih juniorku dan meremas-remasnya tak beraturan. Dia bangkit lagi dari tubuhku dengan napasnya tak beraturan. “Na…kal..” desahnya. “Ehmm.. ahhh…” mataku mengerjab-ngerjab karena dia terujs saja meremas juniorku dengan kukunya yang sesekali menggesek juniorku. “Ouhhh… ahhhh…” lidahnya mulai menjilati milikku. Mataku kembali terpejam menikmati nyaman kuluman mulutnya.

“A-aahhh.. S..sang..mi… ahh.. yah.. ehm…” desahan tak bisa kutahan dari mulutku. apalagi saat dia memaju mundurkan juniorku. Tangannya memainkan twinballku. “Agh… ahhh… hmmm…” desahku seiring kocokan kasarnya. Kadang aku terpekik nikmat saat dia menggigit pelan milikku.

“Auhhh…Ehmmm… a-aahhh” desahku saat dia menghisap keras sekali milikku. Alisku bertaut merasakan kenikmatannya. Tubuhku bergelinjang lagi, dan “Ahhh…..” akhirnya aku mengeluarkan cairanku. Dia tau keinginanku, dia tetap mengulum juniorku. Mengocoknya lagi terus, dan membiarkan juniorku terasa basah. Dengan spermaku yang masih saja di dalam mulutnya dan mulutnya terus menghisap milikku. Aku ingin dirinya. Aku tak tahan lagi!

“S..Sangmi.. agh…” aku meracau tak jelas lagi. Sekarang kau tahu bagaimana posisinya saat malam pertama kami dulu. Dapat kurasakan sekarang lidahnya menjilati pangkal juniorku, twinballku, lalu menggigit-gigit kecil lagi milikku. Kugenggam seprai tempat tidur,dan tanganku yang lain refleks memegang kepalanya kuat. “Egh.. ahhh.. euhm..” desahku,erangku, dan sesekali menjambak rambutnya. Kucoba lagi membuka mata melihat dirinya. Kurasakan tangannya memegang juniorku dan memijatnya dari pangkal hingga ke ujungnya.

Sangmi PoV

Betapa senangnya hatiku begitu aku tau dia menciumku dan dia ingin melakukannya. Berarti dia masih mencintaiku. Hurayyy!!! \^o^/

Dan aku makin bersorak gembira melihat dirinya yang sudah terkapar, dengan tangan terkulai lemas, napas tak beraturan dan keringatnya. Dia melirikku yang tersenyum puas melihatnya. Sementara dia baru sedikit saja menjamah tubuhku. “S..Sangmi… balas dendam ya? Hhh…huh?” tanyanya padaku masih mengatur napas. Aku mengangguk. Perlahan dia berusaha bangkit dari posisinya dan bersandar di dinding ranjang. “Ahhhh…” desahnya panjang saat akhirnya dia berhasil duduk. Waw! Aku tidak menyangka aku bisa membuatnya sampai lemas begitu. “Sakit ya?” kataku sambil mengelus juniornya. “Ehmm..ahhh.. Sangmi..k..kumohon…” dia memukul kepalaku pelan.  Aku melepas tanganku kemudian terkekeh melihatnya. “Kau bisa melakukannya atau perlu kubantu?” tanyaku. Dia menyeringai,”aku tidak selemah itu.”

Aku langsung naik ke pangkuannya. Dan dia mulai memegang pinggangku. Aku melihat ke bawah, melihat juniornya yang besar sudah tegang sempurna. Apakah aku akan merasakan sakit seperti waktu itu lagi? Dan kulihat perlahan junior itu mulai bergerak. “Ahhaaa.. hmmm.. ahhh…” aku mendesah dan terkekeh pelan saat Jungsoo menggelitik ms.V ku dengan juniornya. “Ahg!” tawaku mendadak berhenti, terganti pekikan beegitu dia memasukkan juniornya tanpa aba-aba ke milikku. Masih terasa sakit, tapi rasa nikmat itu juga ada. Aku memejamkan mata lama sebentar. “Jungsoo, balas dendam juga?” tanyaku. Dia menyeringai dan mengangguk sekali.

“Aku sudah lama bersabar Sangmi,” katanya dan menyodokkan juniornya lagi. Aku berteriak tertahan. “H..hei.. pelan-pelan sedikit… hhh..” kepalaku terkulai lemas ke bahunya. “Tenang saja Sangmi, akan kulakukan seperti yang kau lakukan tadi padaku,” kata Jungsoo kemudian menjilati tengkukku. “A..aahh..  ehmm… ahhh…” Jungsoo terus saja memasukkan juniornya,  sambil sesekali menggeseknya dan menyentak. “Erggh!!!” erang Jungsoo. Juniornya  yang besar itu masih sulit memasuki milikku. Dan, akhirnya dapat kurasakan juniornya sudah masuk seluruhnya dan mulai bergerak-gerak. Aku melihat dirinya yang mengerjab-ngerjab. “Ahhh…  nyaman,” katanya.

Kemudian dia tersenyum padaku dan mencium bibirku. Kami bertemu dalam ciuman panas lagi. “Ahhh…” aku mendesah pelan dan menunduk, untuk menghentikan kegiatannya yang terus saja ingin menciumku. “Baiklah,” katanya pelan. Dia memegang pinggangku lagi, dan mulai memaju-mundurkan juniornya. “Egh… ahhh…. Ehmm…” aku mendesah nikmat. Semakin lama dia makin mempercepat gerakannya. “Ahg~” kami mendesah bebarengan. Saat kurasakan sakit sangat di Ms.V ku dan kurasa juniornya berdenyut. Dia mengehentikan kegiatannya sebentar, kemudian bergerak lagi semakin cepat. “A…aahhh… ehg,” aku menjambak rambutnya menahan hentakan juniornya yang masih terasa ngilu.

“Jungsoo~ ppali!!” kataku. Dan Jungsoo makin mempercepat gerakannya. Kurasakan rambutnya mulai basah karena keringat. “Ahhh…” desahnya panjang. dan kurasakan tubuhnya bergelinjang seiring dengan cairan hangat yang kurasakan di rahimku. “Hhhh… aku belum puas,” kataku. “Aku juga,” balasnya.

Dia menidurkanku. “Bagaimana kalu kita perlebar sedikit? Huh?” kata Jungsoo sambil menaikkan kakiku ke pundaknya. Nafasnya menerpa wajahku. “Egh! Ah…” aku mendesah begitu dia menyodokkan telunjuknya ke ms.V ku. “Ahh.. a-aahh…” aku menggeliat seiring dengan telunjuknya yang bergerak cepat. Aku mendesah lagi saat kurasakan dia memasukkan lagi dua jari sekaligus. “Uhhh.. Jung.. ss..ssooo~”

“Masih belum jagi…” katanya. Jarinya bergerak-gerak. Mengaduk-ngaduk di dalam dan kadang-kadang menyodokkannya lagi tiba-tiba. “Ahhhh…” aku mencapai titik klimaksku. Kurasakan cairan itu keluar. Jungsoo merangkak diantara tubuhku, kemudian menggerak-gerakkan jarinya dan menjilatnya di depan wajahku. dia mengelus kepalaku, “Agrh!” dan lagi-lagi Jungsoo memasukkan miliknya tanpa izin ke milikku. Aku meremas seprai tempat tidur sambil menggigit bibir bawahku menahan sakit. “Ahhh.. Jung… sssoo.. aahh…” Jung Soo terus saja memasukkan miliknya dan tidak membiarkanku menghirup udara sebentar saja. “Ahhh~” milik Jung Soo sepenuhnya berada di milikku lagi.

“Jagi~” katanya pelan sambil mengelus-elus kepalaku. Dia mengendus rambutku sementara aku masih meringis. “A…ahhh..ehm~” dia sudah mulai menggerakkan juniornya. Sambil dia menggerakkannya kami memainkan lidah kami dan bertukar air liur.

“Ahhh..ehmm.. ahhh,” aku mendesah diiringi gerakan juniornya. Gerakannya semakin cepat dan dia tersenyum puas melihatku yang terus meracau seiring dengan gerakannya. Aku dapat mendengar genjotan tempat tidur yang kami timbulkan.

“Ss..sang..mi… hhh…” dia berusaha bicara ditengah kegiatan kami. “A…aahh… Jungsoo.. ppali!” aku mencakar-cakar punggungnya. Dan Jongsoo makin mempercepat gerakannya. “Ehm.. ahh…” dia juga mnedesah dan mengerjab-ngerjab seiring juniornya yang tergesek-gesek ms.V ku.

“Aaaahhhh~~~” kami berdua mendesah panjang begitu kami mencapai titik klimaks kami. Dia ambruk di tubuhku, kami saling mengatur nafas sesaat. “Ah, sudahlah. Hosh… kau puas kan? Hosh…” kataku sambil mendorong tubuhnya ke samping. Aku melepas juniornya dengan tanganku perlahan, “Ermm..eehnn..”

Aku berjalan hendak mengambil bajuku yang berjatuhan di sekitar ranjang. Saat aku mengambil bajuku, kurasakan Jungsoo memelukku. “Belum… sedikit  lagi,” katanya pelan dengan napas memburu. “Ah!” aku terpekik begitu dia langsung mendorongku ke dinding. Dia menciumi bibirku penuh nafsu sebentar, kemudian menjilati leherku dan menghisapnya kuat. “Ahh… Jung..ssoo..” dan perlahan diangkatnya kakiku.

Lagi-lagi dia memasukkan miliknya. Kali ini perlahan. “Nikmati saja~” katanya sambil menjilati payudaraku. Kemudian menjilati nippleku. “Ehmm.. ahhh.. ahhh~” Jungsoo masih memasukkan miliknya perlahan dan membuat beberapa kissmark di dadaku. “Oh! Jung Soo~”  Jungsoo menggigit nipleku kemudian menghisapnya kuat. Aku melihat kepalanya yang menikmati nippleku sambil mengelus kepalanya.

Desahanku kembali memenuhi kamar kami saat dia menggerak-gerakkan lagi juniornya maju mundur. “Ehmm.. aahhh…” aku memejamkan mata menikmati rasa nikmat bersamaan. Di V dan payudaraku. “Ah!” aku tersentak dan Jungsoo langsung melihatku. Mataku melebar menatap Jungsoo. “Anak-anak?!” pertama mata Jungsoo nampak masih samar, kemudian matanya pun melebar. Dia segera mengalihkan pandangannya ke jam dinding. “Astaga! Jam 3?!” decaknya. Dia pun melepaskan juniornya diiringi ringisan kami. “Nanti malam kita lanjutkan,” katanya sambil mengenakan pakaiannya.

Akupun perlahan memakai pakaianku. Aku memandangi dirinya yang nampak tampan dengan keringat di kulitnya. Dan dalam hal ini aku mengutuk anak-anakku sendiri *emak durhaka (?)*

Nanti malam, kami akan menikmatinya lagi. Aku masih terus memandangi dirinya sambil memakai pakaianku. Dia menoleh dan mata kami bertumbukan. “Aku mencintaimu kok jagiya. Selamanya…” katanya kemudian mencium bibirku.

By : EriRie

Iklan
Komentar
  1. Kelteuk berkata:

    Yaaampuuuun. . . .
    *sesak napas*

    Kyaaaa iejung changmi !

  2. pemangsaikan berkata:

    hwastaga eri… kirain ga bakal ngpost ff nc lagi gara-gara mau puasa. Eh ternyata ada nongol lagi XD

    Asik (?) *ketahuan mesumnya*

  3. chankangin berkata:

    omona!! KEREN

  4. phyapayme berkata:

    BAGUS BANGET! MANTAFFFFFFF :DD

  5. Niki berkata:

    ya ampun nahan napasnya lama bgt pas baca ini, sumpah hot banget baguss

  6. cancan berkata:

    WOHOOOOOOO~ HOT BANGET, ER! *ngipas-ngipas* *0*
    sampe keringet dingin ini bacanya *serius*
    bikinin aku fanfic nc dong~ /plakplak

  7. hyorinrin berkata:

    Buset ~
    kok panas ya?
    Hahah

    aku suka >_<

  8. hyorinrin berkata:

    Haha kok panas ya?
    XD

    Like it!

  9. Teuk wife berkata:

    Bikin nc nya teuki lagi,dong
    keren bgt!
    2 jempol bwt authorx

  10. yongee berkata:

    sumpa gw pngen jd sangmi (?)
    hahahahahahahaha XD
    niy baru keren~ d^o^b

  11. speenyduff berkata:

    keren banget ff NCnya, super duper HOT!!! Dua2nya sama2 nafsu, kereeeeeen!! Hahahaha

  12. myangel0104 berkata:

    Waw! My husband! *geplak*
    Aku sangminya ahaha gapapa, btw bagus nih, cowok jadi uke itu jarang XD
    Hwaiting buat authornya, ditunggu ffnc teuk lainnya

  13. LV berkata:

    astagaa. aku juga lupa klo itu lagi siang2 hahahaha. dasar teuk hahaha.
    keren ceritanya 😀

  14. amel keynes berkata:

    wakakaka…..jd pengen nieh…
    nie crta keren abs…
    eh spa ajjha iang pnya fb add aq dunk
    amel keynes mcfadden
    trz krmmin link iang bokep ky gnie…
    thx….

  15. EverLastingFamily berkata:

    Huahaha ! Ini ga cuma NC nya yang hot , tapi cerita , alur sama inti nya ada ! (Y) 100 jempol buat author ! *emang ada * (?)

  16. narniansone berkata:

    ihiyy hot banget nih author
    dapet ide darimana?
    feelnya dpt bgt! XD
    5 thumbs up buat auhtor XD

  17. Ssme_ berkata:

    keren… hot… tp tlalu byk mnggunakan kata seiring, chingu. dperhatikan ya..
    maap sotoy :p

  18. kimhaerim berkata:

    just one word for this ff DAEBAK!!!
    HOT banget thor >.<
    keep posting ya. hehe :p

  19. Minnie caresse berkata:

    Ommo,,ommo, ronde awal teuki yg pasrah, ronde selanjutnya teuki berkuasa,,itu anak2nya ganggu dah,,kasih ctm makanya biar aman,,xixixixi

  20. cho's2203 berkata:

    tega ammat anak’a d sumpel pke ice cream :9

  21. cho's2203 berkata:

    co cweet~ 🙂 aku jd kagen suamiku kyuhyun oppa :9

  22. amellssiicubby berkata:

    hOt bgt ..

  23. qiqiionyulicious berkata:

    *ngelap keringat*
    *ngos-ngosan*

    daebak thor !!
    lanjutkan XD~

  24. hyukbumnik berkata:

    gabosen2 baca ini ff hahaha *yadongakut hehe

  25. ohyeahsung berkata:

    Gak jelek kok chingu!
    Hooot cyiin….

  26. anchovynism berkata:

    HOT !! MANTAB !!

  27. tyajoong berkata:

    hahaha dri dlu aku nnggu2 ffnya leetuk oppa pa lge yg nc wkwakakwakawkak akhirnya nemuin jg nich ff teuk oppa bis dri stiap ff psti kbnyakn si magnae kunyuk hea oppa n memeber suju yg laen tp teuk oppa jrang ksian skali oppa ju yg stu ini heheheheh duch aku ikut2n ngos2n n keringatn kya gni hwating oppa daebak tp sngt sku

  28. tyajoong berkata:

    hahaha dri dlu aku nnggu2 ffnya leetuk oppa pa lge yg nc wkwakakwakawkak akhirnya nemuin jg nich ff teuk oppa bis dri stiap ff psti kbnyakn si magnae kunyuk hea oppa n memeber suju yg laen tp teuk oppa jrang ksian skali oppa ju yg stu ini heheheheh duch aku ikut2n ngos2n n keringatn kya gni hwating oppa daebak tp sngt ska

  29. Jie Jie berkata:

    keren . . keren . . HOT banget nieh ff,!! fell x dpt.. author emg daebak ^^

  30. onlymyfishy berkata:

    Oppaku emang yang paling hebat lah !
    Pantesan anaknya udh 2 tuh
    Ngiri ah sama sangmi enak banget jd istrinya teuki *adik ga tau diri
    Buat lagi dong ff teuki

  31. angelteukie berkata:

    ooooooooooh my so HOT , jadi birahi juga nih hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s